jump to navigation

Pesona Kidung Sunan Kalijogo Di Ranu Kumbolo Semeru 4 Maret 2009

Posted by Nashori Ws in MENDAKI GUNUNG.
trackback

Siapapun yang pernah kluyuran ke Gunung Semeru Malang Jawa Timur, pasti tak akan bisa melupakan keelokan panorama di pos Ranu Kumbolo. Suatu lembah di tengah gunung tertinggi sepulau Jawa. Pos Ranu Kumbolo terkenal dengan telaganya yang airnya melimpah ruah dan jernih, sehingga sering di manfaatkan oleh para pendaki untuk mengisi perbekalan air.

Pesona yang tak kalah indahnya adalah manakala mentari menyembul dari balik bukit pada pagi hari. Pemandangan ini terkadang bisa menghipnotis para pecinta alam. Pantulan sinar mentari pagi yang muncul di antara sela perbukitan laksana lukisan raksasa. Kerlap kerlip sinarnya bertaburan di atas riak air Ranu Kombolo bersaing dengan kecipak ikan yang seakan juga ingin ikut menikmati keindahan karya Sang Maha Kuasa.

Karenanya tak aneh kalau pos Ranu Kombolo sering di jadikan sebagai tempat peristirahatan para pendaki Semeru. Hal ini pula yang saya lakukan sewaktu melakukan pendakian sekitar tahun 2002 lampau.

Waktu itu saya berenam dengan anak-anak Malang dan anak-anak Tuban Jawa Timur. Setelah seharian sebelumnya kelelahan di perjalanan menuju ke Pos pendaftaran di Ranu Pani, pendakian awal hanya sampai di Ranu Kumbolo.

Namun bukan hanya keelokan Ranu Kumbolo yang  selalu terukir di benak dan bathinku. Ada hal lain yang sampai saat ini masih jadi tanda tanya besar dalam fikiranku.

Saat itu kami berenam mulai mendirikan tenda untuk berkemah sekitar jam 20.00 malam. Setelah acara makan-makan dan ngobrol merencanakan acara untuk esok paginya, kami langsung tertidur pulas. Mungkin karena sudah terlalu lelah sehingga kami tidur amat teramat nyenyak.

Sekitar jam 02.00 dini hari aku terbangun karena kepingin buang air kecil. Akupun keluar tenda dan langsung di serbu oleh dinginnya lembah Ranu Kumbolo. Belum tuntas aku buang air kecil, sayup-sayup aku mendengar orang yang sedang bernyanyi. Dengan rasa penasaran aku mencari dari mana sumber suara orang yang menyanyi. Kebetulan waktu itu ada sekitar sembilan tenda di sekeliling perkemahan kami.

Satu persatu aku dekati tenda-tenda perkemahan pendaki lain, tapi mereka semua sedang tidur semua. Sementara suara nyanyian itu semakin jelas terdengar di gendang telingaku. Ketika suara nyanyian terdengar dari arah timur, aku dekati ke arah sumber suara, tapi begitu aku sampai ketempat yang kutuju suara itu bergeser ke arah lain. Hal ini terjadi berulang kali.

Yang lebih aneh lagi lagu yang kudengar adalah tembangnya Kanjeng Sunan Kali Jogo. Ilir-ilir. Setiap sudah rampung satu lagu, terus diulangi lagi. Hal ini lama kelamaan membuat bulu romaku berdiri. Berawal dari rasa penasaran akhirnya yang muncul adalah rasa kebingungan dan ketakutan.

Perlahan-lahan akupun berjalan mendekati tendaku. Dengan pikiran yang sudah tidak karuan lagi aku langsung masuk ke tenda. Dan ternyata semua temanku sudah bangun dan sedang ribut membicarakan diriku yang meninggalkan tenda. Bahkan mereka sudah bersiap-siap untuk mengemasi semua perlengkapan untuk melanjutkan pendakian. Kemunculankupun di sambut dengan gembira.

Yang lebih tak habis pikir lagi, kata teman-temanku mereka sudah mencariku kemana-mana. Mereka mengira aku sudah melanjutkan pendakian terlebih dahulu. Padahal sewaktu aku di luar mencari sumber nyanyian misterius, tak ada orang lain selain diriku di luar.

Ketika esoknya aku tanyakan pada teman-temanku maupun pada pendaki lain, apa semalam mendengar orang yang bernyanyi-nyanyi. Tak satupun dari para pendaki yang mendengarkan seperti yang aku rasakan semalam.

Kejadian ini benar-benar merupakan pengalaman yang sangat tak masuk akal. Bahkan sampai sekarang terkadang aku masih bertanya-tanya.

Dan untuk mengenang kejadian ini, aku senang menyanyikan kidung Ilir-ilir yang pernah aku dengar di Ranu Kumbolo. Bahkan aku jadikan sebagai lagu pembukaan di Taman Pendidikan Al Qur’an Al Wasiilah yang aku kelola di dusun Kuta Kidul 19/04 Desa Kuta Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: